Struktur Sel

1. Inti Sel
Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. Membran terdiri
atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). DNA pada inti tersebar dalam suatu struktur yang
disebut kromosom. Pembelahan inti dari satu menjadi dua anak inti dikenal sebagai
mitosis. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara
seksual. Pada saat pembuahan, ke dua inti dari sel jantan dan sel betina (gamet)
melebur membentuk sigot. Masing-masing jenis gamet menyumbang sejumlah (n)
kromosom. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). Apabila gamet
bersifat haploid, maka sigot bersifat diploid. Semua sel somatik bersifat diploid
(mengandung 2 set kromosom). Pada saat generasi seksual berikutnya, kromosom
normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. Proses pengurangan separo
kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis.
2. Membran Sel Prokariotik
Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil, sedangkan permukaan
dalamnya bersifat hidrofob. Stabilitas membran sel disebabkan oleh kekuatan hidrofobik
antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antara ujung-ujung hidrofilik. Pada
bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada
permukaannya.
Pada beberapa bakteri, membran mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan
adanya lipatan. Membran pada bakteri lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut
mesosom. Pada bakteri fotosintetik, khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas,
melainkan terdapat dalam membran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel, yang
disebut membran tilakoid. Sistem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan
khlorofil, juga karotenoid. Keduanya mengandung sistem transport elektron yang
menghasilkan ATP pada proses fotosintesis.
3. Dinding Sel
Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. Dinding sel tidak bersifat permeabel
terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. Secara normal
konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi
daripada di luar sel. Apabila tekanan osmose di luar sel naik, air sel akan mengalir ke
luar, protoplasma mengalami pengkerutan, dan membran akan terlepas dari dinding sel.
Proses ini disebut dengan plasmolisis.
Rangka dasar dinding sel bakteri: Rangka dasar dinding sel bakteri adalah
murein peptidoglikan. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam
muramat, yang terikat melalui ikatan 1,4--glikosida. Pada N-asetil asam muramat
terdapat rantai pendek asam amino: alanin, glutamat, diaminopimelat, atau lisin dan
alanin, yang terikat melalui ikatan peptida. Peranan ikatan peptida ini sangat penting
dalam menghubungkan antara rantai satu dengan rantai yang lain. Komponen dan
struktur dinding sel prokariot ini sangat unik, dan tidak dijumpai pada sel eukariotik.
Dinding sel bakteri gram positif: Dinding sel bakteri gram positif terdiri 40 lapis
rangka dasar murein, meliputi 30-70 % berat kering dinding sel bakteri. Senyawa lain
penyusun dinding sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen, dan
asam teikoat yang sangat spesifik.
Dinding sel bakteri gram negatif: Dinding sel bakteri gram negatif hanya terdiri
atas satu lapis rangka dasar murein, dan hanya meliputi + 10% dari berat kering dinding
sel. Murein hanya mengandung diaminopemelat, dan tidak mengandung lisin. Di luar
rangka murein tersebut terdapat sejumlah besar lipoprotein, lipopolisakarida, dan lipida
jenis lain. Senyawa-senyawa ini merupakan 80 % penyusun dinding sel. Asam teikoat
tidak terdapat dalam dinding sel ini.
Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim antibakteri yang terdapat
dalam putih telur dan air mata, dan dapat dihasilkan oleh beberapa bakteri. Lisosim
akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat dalam
murein, sehingga lisosim dapat merombak murein. dalam dinding sel. Dinding sel yang
rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang disebut spheroplas. Spheroplas
sangat rentan terhadap tekanan osmotik.
Penisilin akan bekerja aktif terhadap dinding sel gram positif yang sedang
membelah. Senyawa ini mengakibatkan sel tumbuh tidak beraturan. Dalam hal ini
penisilin menghambat pembentukan dinding sel.
4. Flagel dan Pili
Flagel merupakan salah satu alat gerak bakteri. Letak flagel dapar polar, bipolar,
peritrik, maupun politrik. Flagel mengakibatkan bakteri dapat bergerak berputar.
Penyusun flagel adalah sub unit protein yang disebut flagelin, yang mempunyai berat
molekul rendah. Ukuran flagel berdiameter 12-18 nm dan panjangnya lebih dari 20 nm.
Pada beberapa bakteri, permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratusan pili,
dengan panjang 12 nm. Pili disebut juga sebagai fimbrae. Sex-pili berperan pada
konjugasi sel. Pada bakteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpai 2 buah pili.
5. Kapsul dan Lendir
Beberapa bakteri mengakumulasi senyawa-senyawa yang kaya akan air, sehingga
membentuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang disebut sebagai kapsul atau
selubung berlendir. Fungsinya untuk kehidupan bakteri tidak begitu esensial, namun
menyebabkan timbulnya sifat virulen terhadap inangnya. Dalam pembentukan agregasi
tanah, senyawa yang terkandung dalam kapsul atau lendir inilah yang sangat berperan.
Keberadaan kapsul mudah diketahui dengan metode pengecatan negatif menggunakan
tinta cina atau nigrosin. Kapsul akan tampak transparan diantara latar belakang yang
gelap. Pada umumnya penyusun utama kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas
glukosa, gula amino, rhamnosa, serta asam organik seperti asam piruvat dan asam
asetat. Ada pula yang mengandung peptida, seperti kapsul pada bakteri Bacillus sp.
Lendir merupakan kapsul yang lebih encer. Adakalanya kapsul bakteri dapat dipisahkan
dengan metode penggojokan kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s